apa yang terjadi jika kau kuliah di tempat di mana pengelola
kampusnya adalah orang-orang yang tidak profesional? tidak menjalankan
tugas yang seharusnya mereka kerjakan, malah bertingkah seolah mereka
raja atau donatur yang bisa melakukan apa saja yang membuat diri mereka
nyaman. berkelit seolah hal yang menjadi tugas mereka adalah tugas kami,
bukan kah mereka adalah pengelola yang dibayar untuk memberikan
kenyamanan proses perkuliahan kepada mahasiswa yang telah membayar cukup
mahal?
inilah kenyataan yang kuhadapi kawan.. mereka pikir kami anak TK yang bisa ditipu dengan perkataan berkelit sampah yang bisa dengan mudah diterjemahkan. misalnya saja ketika aku diharuskan membeli buku laporan magang, dan untuk itu aku harus melakukan perjalanan sejauh 40 km, aku ini bukan tinggal di pedalaman seperti denias yang harus berjalan naik turun bukit hanya untuk pergi ke sekolah.
apa gunanya ada pengelola kampus yang dibayar dari uang kami, sementara kami harus melakukan segala sesuatu yang menjadi tugas mereka, apakah mereka dibayar hanya untuk duduk menyalakan wifi dan menguasai wifi itu sendirian dan memuaskan syahwatnya terhadap internet dengan mendownload film porno, kemudian menontonnya dalam lingkungan kampus.
dan ketika aku melakukan protes mereka berkelit seolah aku adalah bocah lugu, mengatakan kepadaku bahwa aku yang harus melakukannya karena itu bukan tanggung jawab mereka. ingin sekali aku meludahi tampang busuk di dalam ruangan itu, mendengar apa yang mereka katakan aku hanya ternganga, tertawa sinis dan mengumpat dalam hati. rupanya masih ada orang bodoh yang mau membodohi orang lain.
kemudian mereka mengkomersilkan segala sesuatu yang seharusnya ku dapat secara gratis karena aku telah melakukan pembayaran untuk mendapat fasilitas atau apapun yang berhak aku dapatakan demi kelancaran proses perkuliahan
dan hari ini tanggal 13 maret 2013, aku masuk kembali kedalam ruang kerja orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu bermaksud ingin meminta selembar kertas penilaian PKL, tapi bukan kertas yang ku dapat malah tugas yang seharusnya menjadi pekerjaan mereka. rupanya kertas penilaian itu hanya tersisa satu lembar, dan aku diminta mengcopy kertas peniaian tersebut. tentunya aku tak mempermasalahkan permintaan itu karena hanya mengcopy kawan apa susahnya, semua terasa baik-baik saja ketika aku bertanya mana biaya fotocopynya? dan apa yang kudengar, dia menyuruhku memfotocopy dua lembar kertas sebanyak masing-masing 10 lembar dan satu kertas harus difotocopy bolak-balik dengan uangku sendiri. kalau biayanya hanya 100-1000 rupiah pastilah aku sudah ikhlas-ikhlas saja melakukannya. dan yang lebih parah lagi, bukankah kertas itu seharusnya kudapatkan secara gratis?! orang itu dengan gampangnya berkata “kada sampai 5000 jua…”
dengan sangat terpaksa dan dengan mood yang sangat tidak baik aku berangkat ketukang fotocopy, mengcopy hanya satu kertas penilaian bolak balik sebanyak 10 lembar dengan tarif 3000 rupiah, bayangkan jika aku mengcopy kedua kertas penilaian maka aku harus “mentraktir” tata usaha kampus sebanyak 4500 rupiah. sesampai di kampus aku masuk ke ruangan orang tak bertanggung jawab itu tanpa salam, kemudian ku letakkan begitu saja di mejanya tanpa dia tahu bahwa aku hanya mencopy satu jenis lembar penilaian.
muak adalah jawaban yang tepat kawan, jika kau bertanya apa yang kurasakan
inilah kenyataan yang kuhadapi kawan.. mereka pikir kami anak TK yang bisa ditipu dengan perkataan berkelit sampah yang bisa dengan mudah diterjemahkan. misalnya saja ketika aku diharuskan membeli buku laporan magang, dan untuk itu aku harus melakukan perjalanan sejauh 40 km, aku ini bukan tinggal di pedalaman seperti denias yang harus berjalan naik turun bukit hanya untuk pergi ke sekolah.
apa gunanya ada pengelola kampus yang dibayar dari uang kami, sementara kami harus melakukan segala sesuatu yang menjadi tugas mereka, apakah mereka dibayar hanya untuk duduk menyalakan wifi dan menguasai wifi itu sendirian dan memuaskan syahwatnya terhadap internet dengan mendownload film porno, kemudian menontonnya dalam lingkungan kampus.
dan ketika aku melakukan protes mereka berkelit seolah aku adalah bocah lugu, mengatakan kepadaku bahwa aku yang harus melakukannya karena itu bukan tanggung jawab mereka. ingin sekali aku meludahi tampang busuk di dalam ruangan itu, mendengar apa yang mereka katakan aku hanya ternganga, tertawa sinis dan mengumpat dalam hati. rupanya masih ada orang bodoh yang mau membodohi orang lain.
kemudian mereka mengkomersilkan segala sesuatu yang seharusnya ku dapat secara gratis karena aku telah melakukan pembayaran untuk mendapat fasilitas atau apapun yang berhak aku dapatakan demi kelancaran proses perkuliahan
dan hari ini tanggal 13 maret 2013, aku masuk kembali kedalam ruang kerja orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu bermaksud ingin meminta selembar kertas penilaian PKL, tapi bukan kertas yang ku dapat malah tugas yang seharusnya menjadi pekerjaan mereka. rupanya kertas penilaian itu hanya tersisa satu lembar, dan aku diminta mengcopy kertas peniaian tersebut. tentunya aku tak mempermasalahkan permintaan itu karena hanya mengcopy kawan apa susahnya, semua terasa baik-baik saja ketika aku bertanya mana biaya fotocopynya? dan apa yang kudengar, dia menyuruhku memfotocopy dua lembar kertas sebanyak masing-masing 10 lembar dan satu kertas harus difotocopy bolak-balik dengan uangku sendiri. kalau biayanya hanya 100-1000 rupiah pastilah aku sudah ikhlas-ikhlas saja melakukannya. dan yang lebih parah lagi, bukankah kertas itu seharusnya kudapatkan secara gratis?! orang itu dengan gampangnya berkata “kada sampai 5000 jua…”
dengan sangat terpaksa dan dengan mood yang sangat tidak baik aku berangkat ketukang fotocopy, mengcopy hanya satu kertas penilaian bolak balik sebanyak 10 lembar dengan tarif 3000 rupiah, bayangkan jika aku mengcopy kedua kertas penilaian maka aku harus “mentraktir” tata usaha kampus sebanyak 4500 rupiah. sesampai di kampus aku masuk ke ruangan orang tak bertanggung jawab itu tanpa salam, kemudian ku letakkan begitu saja di mejanya tanpa dia tahu bahwa aku hanya mencopy satu jenis lembar penilaian.
muak adalah jawaban yang tepat kawan, jika kau bertanya apa yang kurasakan
No comments:
Post a Comment